​Mampirlah di gubuk kami

Karena kita tidak sedang bermain putri dan pangeran, jaman sekarang tak ada lagi istana yang buka duhai sayang, tak ada cerita mengupas apel lalu lahirlah si putri jelita.. Hidup menawarkan hal yang lebih menggiurkan ketika kita bersama, menyesap kopi pahit minim gula yang nikmatnya setara coklat kiriman opa, ada kala merajuk sebagai upaya berpolitik licik … Continue reading ​Mampirlah di gubuk kami

InTheMumblingRain

Hujan menggerutu: kenapa aku harus menghampirimu? Atap menggerutu: kenapa kau tak henti menubi-nubikanku? Tanah menggerutu: kenapa aku meliat karenamu? Udara menggerutu: kenapa harus ku jinjing gigil bertalu-talu? Se-sachet STMJ instan hanya tersenyum Gemeretak buih air di panci hanya tersenyum Selimut selapis hanya tersenyum Aku jadi ikut tersenyum Ketika motor dan pintu masih berdebat hakikat hari … Continue reading InTheMumblingRain

Jarak, terima kasih! 

Jarak membuat hatiku kembali terserak. Setelah sekian  lama aku tak berpisah dengannya, kini aku kembali merasakan siksa jarak. Perlahan-lahan ia membuat hatiku retak.  Jarak memaksa hati untuk sementara memendam rasa. Rasa yang sudah terlanjur kuumbar dengan jumawa. Tak peduli kanan kiri berkata apa. Yang kumau selalu bersama.  Jarak menyiksa lewat jeda yang perih. Mengiris hingga … Continue reading Jarak, terima kasih! 

Anjing Betina

Anjing betina itu menyusui anaknya Anjing betina itu memeluk anaknya Anjing betina itu menciumi anaknya Anjing betina itu menidurkan anaknya   Saatnya mencari kerja Mengais malam meratap semesta Si pejantan mengajak bercinta Lalu apa yang diperbuat si anjing betina?   Demi hidup yang hanya sementara Demi anak yang sangat dicinta Demi raga yang tak lagi … Continue reading Anjing Betina