Mempertanyakan Perlawanan

mumblingdinoe

Review atas pertunjukan pertunjukan tari “Enchantment of Tari Gong” koreografi Eka Wahyuni.

Koreografer Eka Wahyuni berusaha merekonstruksi tari Gong Kalimantan yang mulai terancam punah.

Penari perempuan yang sedari awal berdiri sendirian tepat di tengah panggung dengan gerakan tangan yang lembut mengayun bagaikan kepakan burung elang dengan talu-talu iringan suara gong ini perlahan “dikeroyok” oleh dua bayangannya sendiri yang muncul tepat di kedua sisinya seiring perubahan lampu sorot yang mengapitnya dari depan. Kedua “penari” yang baru datang menjelang sepertiga akhir pertunjukan.

Seiring keterpukauan penonton akan spectacle permainan lampu yang sederhana namun memikat ini, tempo gerakan sang penari semakin cepat, bersamaan dengan iringan gong yang juga semakin bertalu-talu. Beberapa kali gerakan penari sempat berusaha melawan sekaligus mengejar tempo iringan talu-talu gong seolah ada pemberontakan tubuh atas “dikte”an suara gong yang mencekam sedari awal dimulainya pertunjukan.

“Enchantment of Tari Gong” (selanjutnya disingkat EOTG) adalah upaya dari penari sekaligus koreografer Eka Wahyuni untuk merekonstruksi…

View original post 337 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s