InTheMumblingRain

Hujan menggerutu: kenapa aku harus menghampirimu?
Atap menggerutu: kenapa kau tak henti menubi-nubikanku?
Tanah menggerutu: kenapa aku meliat karenamu?
Udara menggerutu: kenapa harus ku jinjing gigil bertalu-talu?

Se-sachet STMJ instan hanya tersenyum
Gemeretak buih air di panci hanya tersenyum
Selimut selapis hanya tersenyum
Aku jadi ikut tersenyum

Ketika motor dan pintu masih berdebat hakikat hari baru,
jaket dan mantel diam-diam pun mengulum senyum

Bahkan mantel renta dan penuh celah itu saja mengerti….
Bukan masalah menyudahi, tapi menyadari dan berani menghadapi…

Yogyakarta, 3 Oktober 2016
ba’da subuh yang berselimut gerimis tak berkesudahan sedari kemarin dzuhur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s