Jarak membuat hatiku kembali terserak. Setelah sekian  lama aku tak berpisah dengannya, kini aku kembali merasakan siksa jarak. Perlahan-lahan ia membuat hatiku retak. 

Jarak memaksa hati untuk sementara memendam rasa. Rasa yang sudah terlanjur kuumbar dengan jumawa. Tak peduli kanan kiri berkata apa. Yang kumau selalu bersama. 

Jarak menyiksa lewat jeda yang perih. Mengiris hingga membuatku merintih. Memohon penawar untuk rasa pedih. Namun, tak seorang pun yang datang untuk mengobati hati yang mulai ringkih. 

Jarak kita benci dan kita hina. Namun, ia tetap berada di sana. Berdiam diri menunggu gilirannya tiba. Mengajarkan pada kita arti bersama. Membuat kita tak mau menyia-nyiakan sesuatu yang berharga. 

Jarak,  terima kasih. 

[Pict

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s