Terpicu serial Agents of Shield, kali ini saya mau bahas masalah percintaan. Lho kok? Ya nggak nyambung memang, tapi berhubung ada dua agen yang so sweet jadi saya berpijaknya lewat serial ini. Sek mau protes? Wes mending nggak usah baca. Hehe.

Jadi di serial ini ada dua tokoh bernama Fitz & Simmons. Keduanya bersahabat erat sekali ibarat amplop dan perangko. Suatu ketika mereka mengalami bencana diceburkan ke dasar laut oleh musuhnya. Dalam kegalauan penyelamatan, Si Fitz akhirnya mengungkapkan feelingnya pada Simmons. Namun, apa lacur, kisah cinta mereka nggak semulus paha SNSD. Ada ajaaa musibah yang melanda. Terutama di akhir season duh! 

Nah, berkaca dari sini saya menarik kesimpulan bahwasanya hubungan percintaan dua orang manusia nggak selalu berjalan mudah. Pasti ada lika-likunya. Trust me! Apalagi pas di awal perkawinan. Aduh mak! 

Di awal perkawinan, kita masih dalam tahap penyesuaian. Yah, mungkin ada yang mikir, ngapain penyesuaian wong udah pacaran lama. Lhoooo. Cobalah kalau nggak percaya, kalian akan tahu rasanya. 

Di masa ini kita akan dibuat terkaget-kaget dengan tabiat baru yang muncul dari pasangan. Misalnya, pas pacaran doi ngupilnya pake tangan kiri, eh pas udah kawin doi ngupil pake tangan kanan dan langsung dimakan. Kaget kan? Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Kita cuma bisa mengelus dada dan mafhum atas perilaku yang terkasih itu. 

Kalau maksa nggak mafhum, yang ada isinya dongkol sepanjang hayat. Itu baru masalah ngupil, belum masalah prinsipil lainnya yang pasti bakalan kita temui nantinya. Pastinya masalah perbedaan tersebut bikin emosi awalnya. 

Hemmm, emosi dan nggak terima wajar dong ya. Menarik diri sejenak bisa jadi alternatifnya. Menarik diri ini bukan berarti pisah ranjang atau pisah rumah lho ya. Menarik diri ini maksudnya mencoba meredam emosi dan berpikiran jernih. Saya sih biasanya kalau udah emosi lebih memilih diam dan menikmati diri sendiri. Apa? Bukaaan! Bukan masturbasi. Tapi, menikmati pikiran yang bermain di kepala. Biarkan saja semuanya mengalir dan cobalah untuk selalu berpikir positif. Kalau sudah agak reda, peluk doi dari belakang dan bisikkan, “Sayang, yang kamu lakukan  ke saya tadi JAHAT.” 

Dari situ bisa muncul obrolan-obrolan yang menarik tentang pertikaian yang dialami. Yup, masalah selesai kalau kita hadapi. Kalau dihindari ya menumpuk. 

Nggak mau kan menumpuk? Susah to percintaan itu? Kudu bisa menyeimbangkan yin dan yang. Feng shui bek e. Oleh karena itu, jika ada manten anyar jangan keburu tanya,  kapan punya momongan? Mbok pikir kawin mek perkoro momongan tok? Ndasmu! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s