Pada tulisan saya yang pertama ini, dengan sepenuh hati saya dedikasikan kepada seluruh perempuan di dunia, terutama yang sudah menyandang status sebagai istri. Selamat pagi istri-istri cantik…ibu-ibu muda yang menawan…para pejuang cinta biduk rumah tangga…si jago dapur, si jago medan jemuran, sukur-sukur si jago ranjang. Apa kabar? Bagaimana tidur anda semalam? Nyenyak kah bersama si kecil? Atau berhangat-hangatan berdua dengan suami? Atau malah nggak tidur? Ohoho seni menjadi seorang ibu adalah lupa-lelah-lupa-letih-lupa-lesu bahkan lupa-laki. Hahahahaha saking sibuknya ngurusin anak. Jangan lah yaaa, suami itu presiden ganteng yang uda kita coblos waktu pemilu dulu. Iya betul, membangun rumahtangga sama seperti membangun sebuah Negara kecil, ada pemimpin ada wakil, menteri ini itu, tapi pemerannya cuma 2 orang, jadi masing-masing punya double atau triple identities gitu. Pancasila harap selalu dijadikan pedoman dalam proses pembinaan rumahtangga ini.

  1. Ketuhanan yang maha esa. Yak, straight to Him. Seiman, seiya, sekata, selamanya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Junjung tinggi kemanusiawian pribadi masing-masing. Emosional itu hal yang lumrah, asal terkontrol. Cemburu itu syahdu kalo pas porsinya, buat lucu-lucuan,mesra-mesraan, showing that love does exist. Asssooooy.
  3. Persatuan Indonesia. Bersatu kita teguh, bercerai dibenci Tuhan. Hayoooo!
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Nah!ini!ini! panjang bener, sampe nggak paham apa maksudnya. Hehehehe. Aspirasikan apapun yang ngeganjel di hati dan pikiran, apa adanya walaupun ada apa-apanya. Komunikasikan deh kalo emang perlu dan sekiranya tidak bermakna khianat klo nggak bilang. Ngobrol asik sama pak presiden yang gaul dan open mind kan lbih enak dibanding sama presiden yang kaku dan sok benar. Para suami, berbijak-bijaklah pada kami para istri dan juga para anak-anak kebanggaanmu ini. Sama-sama menjadi pendengar yang baik apapun jenis pidatonya. Nggak ada yang nggak penting loh dalam rumahtangga itu.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Adil. Adil. Adil. Tidak mudah, tapi pasti bisa. Toh untuk kebahagiaan yang kekal semasa hidup.

Kurang lebih begitulah menurut saya. Baru lima tahun jadi istri, tapi sudah banyak omong begini ya. Gimana klo uda belasan bahkan puluhan tahun? Semoga bisa seumur Negara Indonesia versi  lebih makmur. Amiiiiiiiiiinnnnn….

Kembali saya menyapa perempuan-perempuan perkasa yang kuatnya luar biasa. Halooooo semua, berbanggalah menjadi diri kalian saat ini. Saya sih kadang bangga kadang minder. Adaaaa aja godaan yang bikin down, tapi bangkitnya gampang kok, cukup dengan lihat wajah si kecil, wuuusss wuuusss like a magic, those blue feelings swept away. Kalo bisa ya jangan minderlah, kurang apalagi sih? Cantik sudah, menikah sudah, punya anak sudah. Mau cari apalagi?

Selamat berjuang! Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk membangun Negara kecil yang makmur, tidak panik saat inflasi terjadi, tetap tenang ketika bencana melanda, terus berkarya menciptakan inovasi yang ketje demi kesejahteraan setiap anggotanya. Singsingkan lengan baju, ikat celemek erat-erat, sapu kemucing siap siaga, senyum manis dan semangat bangun paling pagi terus berkobar!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s