Hujan

Dengarkan tetesnya yang melenakan

Meracau kamu dibuatnya

Melanglang kembali ke suatu masa

Di mana masih ada suatu rasa

Ketika berbincang menjadi sebuah romansa

Ketika bertemu selalu berujung pelukan

Gelak tawa menghiasi sore kita

Kini berlalu dengan rindu menggelayut bagai awan

Kini tinggal aku berkawan hujan

Mengenang masa dalam hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s