Entah sejak kapan aku begitu sentimentil memandang sebuah kado, walau sejelek apapun kado yang kuberikan, tidak puas dan kurang afdol rasanya jika itu bukan buatan sendiri. Jika ditilik kebelakang mungkin kebiasaan ini dimulai ketika masih di bangku kuliah. Kala itu aku memiliki beberapa sahabat yang ulang tahunnya hampir bersamaan, nah…bermodal mepetnya uang saku, semangat berlebih buat memberi kado, kemampuan menulis pas-pasan dan suka jahit menjahit, akhirnya ku beranikan diri membuat kado sendiri, biasalah orang k(e)rea(k)tif.

Bentuk kado buatanku beragam, ada yang berupa kristik dua kucing unyu-unyu yang berbuah tambahnya minus mata, ada foto hasil editing dan orint sendiri disertai tulisan entah berbentuk apa, yang penting dijilid kayak buku. Setelah mengenal kain flannel makin beragam pula kado yang bisa kubuat, walau hasilnya jauh dari sempurna, tidak rapi, tidak lurus akibat silinder mata yang menggila dan kadang bentuknya aneh hehe

Kepuasan batin yang didapat sebanding dengan perjuangan membuatnya, apalagi jika mendapat apresiasi yang positif, bahagia banget rasanya. Ada hal menyedihkan sebenarnya dibalik sebuah kado, yakni kado buat suamiku. Percaya ato tidak tak ada kado dariku buat suamiku selama dua tahun kebersamaan kami.

Tahun pertama
Identik dengan hal yang so sweet bermandikan madu, maklum pengantin baru. Pengennya memberikan sesuatu yang istimewa, tak terlupakan dan satu-satunya deh.. Apa daya kala itu ulang tahun suamiku yang jatuh bulan Juni bertepatan dengan masa paceklik keuangan kami. Tak ada tabungan tersisa bahkan untuk membuat kado. Bukan aku kalo gak bisa putar otak, gak ada kado ataupun kue tart aku berinisiatif bikin puding. Akhirnya aku eksperimen beli fla untuk menghias puding ku nanti. Siang hari aku rempong bikin puding dihias dengan tujuan bikin tulisan dari fla. Dasar gak punya bakat seni, si fla malah luber kemana-mana, ampun dah…anggap saja puding yang tampilannya menuju kehancuran itu telah selesai, kini tugas selanjutnya menyembunyikannya. Ditaruh kulkas gak mungkin, kolong ranjang kotor, di meja dapur takut diserbu semut, akhirnya kutaruh aja di atas lemari tak lupa dengan rebyek kulindungi dengan genangan air sebaskom biar gak dibuat tumpengan ama semut. Puding seuprit aja pusingnya minta ampun. Malam beranjak pelan..mendekati pukul 12 malam suamiku mengeluh dah ngantuk. Akhirnya dengan kupaksa dan kuajak ngobrol ngalor ngidul dia terpaksa terjaga. Tibalah jam 12 malam, its show time… Dengan semangat 45 kusiapkan puding ulang tahun suamiku (yang nampak kian lembek).
Taraaaaa…aku masuk kamar, membawa puding sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Suamiku kaget betul, yeeees…surpriseku berhasil nih…
“Selamat ulang tahun suamiku sayang…”
“Sayang…ulang tahunku kan tanggal 28, sekarang kan tanggal 26”
“Lho…bukannya tanggal 26 ya?”
“Bukan..28”
“…..”
Aku langsung mewek, nangis gak berhenti. Maluuuuuu banget hehe kerasa sedih dan trenyuh juga, kok bisa aku se dudul ini hehe
“Makasih banyak ya…” kata suamiku sambil kusuapi puding lumernya. Sambil sesenggukan kumasukkan puding itu di kulkas, seminggu tak tersentuh dan berakhir teronggok di tong sampah. Minimal malam itu berakhir happy ending. Besoknya kuucapkan selamat ulang tahun buat suamiku, kali ini tanpa puding.
“Sayang…ulang tahunku besok, sekarang masih tanggal 27”
“…….”
Alamaaaak.

Tahun kedua
Entah kenapa bulan Juni serasa jadi bulan bokek Nasional buatku. Tahun inipun aku tak ada dana buat sekedar membelikan hadiah, ditambah lagi ulang tahunnya bertepatan dengan moment bulan puasa. Tapi tahun ini belum berakhir, aku masih hutang kado buat suamiku..dibikinin apa ya enaknya?

Ngomongin tentang kado dan ulang tahun jadi inget kalo sebentar lagi ulang tahunku segera tiba, buat ngingetin aja nih ya…jangan lupa kasih kado buat aku ya..menerima mentahan dan modal kerja kok..hehe serius ini. Ini tulisan mengandung tendensi terselubung hehe

Jangan lupa bahagia dan happy b’day to me!

Advertisements

2 thoughts on “Kado

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s