Seperti biasa, kau datang dan kubukakan pintu
Aku kembali khusyuk menatap televisi
Sambil lalu kuperhatikan pandanganmu
Kau, berdiri di depanku
Mengisyaratkan sebuah pelukan, kusambut dengan pelukan,ragu
Dengan hujan ciuman kau sesenggukan tenggelam makin dalam di pelukan..
Aku tak paham, tapi tak menolak tuk larut dalam dekapan
Di kegelapan malam dengan temaram televisi, aku bersimpuh memelukmu..
Mari saling menguatkan pelukan!
Dalam pelukan ada jembatan untuk segala jarak rasa.

Selepas Maghrib kuhabiskan waktu memeluk rasamu hingga terlelap

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s