Tak afdol rasanya membahas masalah perkawinan tanpa membekali cerita tentang “ihu” a.ka malam pertama (dikerucutkan jadi yang pertama dulu) . Nah ini cerita menghadapi malam pertama (khusus bagi cewek) dari saya. Sudah adakah yang tidak sabar membacanya? Rumusan ini terbentuk karena celoteh komen dari tetangga sebelah Si Aduhembohkah ituuu..

So..langsung aja yuk disimak satu persatu

1. Persiapan fisik
Aturan pertama menghadapi malam pertama adalah kebugaran fisik, jangan memaksakan diri ketika lelah ataupun sakit, oh no no nooo..apalagi pas lagi kena flu, bisa dibayangkan kan kacaunya suasana? Mau pegang pundak bersin, pegang dagu ingus mau turun, cium kening bikin meriang. Walhasil keesokan harinya banyak tisu berceceran di lantai karena ingus..jijik banget kan? Be fit be healty, seenggaknya tiap hari perlu latihan lari keliling stadion sepuluh kali putaran, dijamin pas hari H terserang linu-linu

2. Persiapan emosional
Hal terpenting lainnya adalah kau harus siap secara emosional untuk berbagi rasa dan diekspresikan dengan olah rasa dan gerak tubuh. Tenangkan pikiran dan pastikan you’re ready for everything’, karena bisa dipastikan jika tubuh dan emosimu gak connect, pasti bakalan runyam. Hehehe persiapan yang kedua agak serius

3. Referensi
Wah ini..referensi yang paling yahud adalah buku atau tanyalah pada orang yang pernah melakukannya tentu saja. JANGAN pernah berpaku pada bluefilm untuk membayangkan malam pertama yang indah…oh big no nooo…yang pertama dijamin gak akan semulus dan selancar itu,gak bakalan mungkin. Jangan takut tergelincir sobat!

4. Tentu saja patner.

Ya iyalah ngapain dah belajar segala hal kalo belum ada patner halalnya hehe, btw yang namanya malam pertama bukan berarti kudu dilakukan malam hari setelah ijab Kabul lho..muahahaha…ngapain juga aku mau share ini ke kalian? karena sesuai pengalaman ihu tiap orang pastilah butuh waktu dan kesiapan yang berbeda. So dont worry be happy…alon-alon asal kelebon..eh kelakon…pelan tapi pasti aja ya…

Advertisements

5 thoughts on “Tentang “ihu” (khusus bagi cewek)

    1. Salam kenal juga 🙂
      Waaah…patut dicoba nih…biasanya sih flu dengan meriang gitu bikin jadi g selera buat ngapa-ngapain lho

      Like

  1. Sepertinya istilah “ihu” ini sangat Jawa Timuran sekali, bahkan mungkin hanya daerah dengan kultur “Arek” saja yang paham.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s