Too much love will kill you, It’ll make your life a lie
Yes, too much love will kill you, And you won’t understand why
You’d give your life, you’d sell your soul
But here it comes again
Too much love will kill you

***

Itu adalah potongan lagu dari Queen berjudul “Too Much Love Will Kill You”. Memang kurang populer dibandingkan “Bohemian Rhapsody” atau “Love of My Live”. Namun tembang ini sempat hits di tahun 90-an dan bahkan pernah mendapat penghargaan Novello Awards untuk Best Song Musically and Lyrically tahun 1997, karena lirik dan baitnya yang menyentuh.  Dan ungkapan too much love will kill you  ini juga menginspirasi lagu “Cinta Ini Membunuhku” karya D’Massive.

Seperti yang sudah tersirat dari judulnya, lagu ini bercerita tentang kecintaan seseorang yang amat sangat kepada pujaan hatinya, hingga rasa cinta itu pada akhirnya berubah menjadi sakit yang amat perih, ketika pengharapan selama ini tidak sesuai dengan kenyataan. Bagi yang ngeh, lagu ini dulu sering diputar di televisi sebagai backsong saat penayangan berita dan liputan kasus Antasari. Konon katanya Bang Antasari terlanjur kepincut sama seorang caddy girl cantik bernama Rani Pujianti. Namun ternyata Mbak Ranny menjalin affair dengan Pak Nasruddin. Saking gelap matanya karena cemburu,  Bang Antasari nekat menyadap percakapan telepon, bahkan sampai menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Pak Nasruddin.

Sungguh hebat sekali pengaruh cinta ini. Cinta bisa membunuh seseorang dalam arti sebenarnya maupun dalam ungkapan kiasan. Semakin dalam cinta yang dirasakan, semakin besar harapan yang dibuat. Namun,  akan semakin pedih pula, jika akhirnya dikecewakan. Seperti kata Pat Kai, “Cinta.. memang deritanya tiada akhir..”

Namun, kali ini saya tidak akan membahas masalah percintaan. Jika disimak lagi, ada makna lain dari ungkapan too much love will kill you. Pada dasarnya  cinta memang melenakan. Cinta itu membuai, menghanyutkan, menghipnotis, meninabobokan, dan pada akhirnya cinta bisa juga meruntuhkan dan menjerumuskan. Ada bentuk cinta lain yang perlu kita waspadai.

396px-Narcissus-Caravaggio_(1594-96)_edited
Lukisan Narcissus oleh Caravaggio (1571–1610)

Saya yakin Anda semua sudah tahu siapa itu Narcissus. Menurut mitologi Yunani, dia adalah seorang pemuda yang sangat rupawan. Karena anugerah ketampanannya itu, dia menjadi sangat sombong. Suatu ketika dia menolak cinta Echo, seorang nymph hutan yang jatuh hati kepadanya. Merasa sakit hati atas penolakan itu, Echo akhirnya mengasingkan diri dan hidup dalam kesendirian, tanpa siapapun hanya ditemani gaungan suaranya sendiri. Melihat kejadian ini, Nemessis, sang dewi pembalasan, memutuskan untuk menghukum Narcissus. Dia memancing Narcissus untuk masuk ke hutan, dan sesampainya di sebuah sungai, dia melihat sosoknya sendiri terpantul jelas di permukaan air sungai. Dia terpesona dan jatuh cinta dengan bayangannya sendiri dan sering menghabiskan waktu mengagumi bayangannya di sungai itu. Hingga akhirnya dia tercebur dan meregang nyawa di sungai itu. Dari kisah ini lahirlah istilah narsisisme (narcissism – eng.)

Dalam dunia psikiatri, narsisisme digolongkan ke dalam penyimpangan kepribadian, di mana penderitanya memiliki perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan.  Beberapa psikolog berpendapat bahwa sebenarnya tiap individu memiliki kadar narsisisme dalam dirinya, hanya saja dalam batas tertentu. Yang menjadi masalah adalah jika kadar kecintaan pada diri sendiri atau bangga diri berlebihan yang melewati batas. Tentu itu akan mengganggu, baik kejiwaan pribadi maupun hubungan dengan orang lain. Selain itu, ciri penderita gangguan narsisistik adalah adanya keinginan selalu dipuji, terlalu bangga pada diri sendiri, dan kurang memiliki empati.

Tiap orang tentu merasa bangga dan senang jika ada yang memujinya, entah karena fisik yang apik maupun capaian prestasi lainnya. Misalnya, suatu hari Anda pasang profpic ciamik hasil olah aplikasi kekinian, dan banyak yang like. Wajar jika Anda merasa senang. Yang tidak wajar adalah, jika kemudian Anda selalu berusaha untuk selalu menjaga reputasi profpic Anda agar tidak mengecewakan jagad pertemanan maya Anda, dengan selalu update foto mulus kinclong setelah melewati proses cekrak cekrek ratusan kali dan ritual beautification beberapa tahap. Parahnya lagi jika Anda sampai rela melakukan operasi plastik beberapa kali agar wajah Anda selalu tampak sempurna dan dipuja-puja orang banyak.

Pujian.

Ini lho bentuk cinta sekaligus racun yang mematikan. Ibarat  obat-obatan berbasis narkotika, pada kadar tertentu bisa saja menjadi obat yang bermanfaat untuk tubuh kita, namun jika berlebihan dosisnya akan sangat mematikan. Sudah banyak kok orang-orang pinter yang berubah jadi keminter  gara-gara sering dipuja puji orang, dan lama kelamaan akhirnya malah keblinger.

Sungguh, pujian itu memabukkan. Jangan langsung berbangga hati dulu. Belum tentu pujian yang kita dapat itu murni sebuah bentuk apresiasi prestasi yang diungkapkan dari lubuk hati paling dalam. Bisa saja itu hanya bentuk sopan santun. Tahu sendiri lah orang-orang kita ini terkenal dengan keramah-tamahannya bahkan untuk hal-hal yang remeh-temeh. Ingat, “masih ada langit di atas langit”. Maka dari itu, hati-hati saat menerima pujian.

Namun, jangan pula terlalu berlebihan saat memberikan pujian.  Jangan sampai menjadi tukang gombal dan tukang bual, yang gampang memberikan pujian kepada orang lain. Terutama untuk para lelaki : jangan bikin hati para wanita jadi terkiwir-kiwir gara-gara gombalan kalian. (Sorry ya, saya bukan victim.. week!). Jangan sampai membuat orang menjadi takabur karena pujian kita yang telalu berlebihan. Bisa saja pujian kita malah dianggap sebagai beban. Sanjunglah dengan wajar, agar orang lain pun merasa nyaman.

Sudahlah, pokoknya percaya saja apa kata pak kyai. “Segala yang berlebihan itu tidak baik!”

 

Ending : penulis nangis dipojokan karena berlebihan… berat badan… T___T


Advertisements

5 thoughts on “Too much love will kill you

  1. Wkwk. Endinge sing nggak nguati. Yah, pujian sekarang bentuknya macem2 yo. Pujian maya dan nyata, pujian maya itu like2an. Pujian nyata ya yang ada di depan mata. Disampaikan dgn dosis tepat gak berbahaya kok

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s