Hai ihr Lieben,

tulisan ini sekedar ingin berbagi tentang pengalaman saya ketika menghadiri meet and greet dengan Rio Haryanto beberapa waktu yang lalu di kota Frankfurt.

Ya, siapa yang tak kenal dengan sosok pembalap muda yang sudah mengawali karir pembalapnya sejak umur 6 tahun dan setelah hampir 16 tahun bergelut dengan dunia racing yang membesarkan namanya, kini ia berkesempatan untuk bergabung dengan Formula 1 dibawah naungan tim Manor. Sungguh kesempatan yang luar biasa (menurut saya) bisa bergabung dengan tim internasional dan masuk dalam jajaran pembalap F1 mungkin adalah goal terbesar untuk setiap pembalap mobil. And Rio did it! Further more, ini tentu bukan saja menjadi prestasi pribadi milik Rio dan keluarga, namun juga untuk negara Indonesia! Yah, setidaknya setelah Kimi Raikkonnen, sekarang saya punya jagoan asal Indonesia yang bisa dibanggakan dalam F1 (hhahaaii)

Tapi, bukan point ini yang ingin saya bahas disini. Ada satu hal yang menarik dibalik euforia keberhasilan Rio ketika berhasil menembus F1 yang membuat saya tersadar dan berfikir, bahwa hasil kerja keras tidak akan mengkhianati usaha. Saya salut dengan orang-orang diluar sana, yang tetap yakin untuk berjalan pada jalur hidupnya dan tetap percaya untuk terus berjalan maju tanpa putus asa hingga suatu saat dia membuktikan pada semua orang, bahwa dia telah sampai pada jalannya. Tentunya walau kesulitan dan halangan bukan berarti tidak ada. Dan dari itu semua, Rio adalah salah satunya. Mungkin dari teman2 pembaca sebelumnya, jika kita flash back, sudah mendengar desas desus tentang karir Rio dan tidak sedikit yang meragukan dan mengomentari, akan dibawa kemana karirnya, dicela ketika kalah dalam GP2, diragukan kemampuannya untuk bergabung di Formula 1, tidak ada dana yang mensponsori untuk karir dia di F1 lah, bla bla bla dsb. But, he is still walking on his track and did that! And now? Dimanapun dia berada, pasti dielu2kan sebagai pahlawan yang berhasil membawa nama Indonesia di dunia perbalapan internasional.

Saya pun melihat ke diri saya sendiri. Kontribusi saya untuk negara mungkin belum ada. Jangankan untuk negara atau seperti Rio yang berhadapan dengan presiden atau pihak Pertamina untuk membahas hidup mati tentang karirnya, kadang ketika saya menghadapi dosen yang perfeksionis atau ketika laporan kuliah yang ditolak, saya jadi ragu dan (sedikit putus asa),  am i walking on my track? 

Ada pepatah Arab yang mengatakan      من سار على الدرب وصل  ,,…Man saroo ala darbi wa sola..” yang artinya “Barangsiapa yang berjalan di jalannya maka sampailah ia”. Mungkin saya pribadi khususnya hanya perlu tekun, sungguh2 dan fokus untuk menjalani apa yang sudah menjadi keputusan dalam hidup saya. Mungkin belum sekarang hasilnya, tapi demnächst 🙂 Buat kalian juga yang kadang masih bimbang atau belum begitu yakin dengan apa yang sedang dijalani sekarang ini -ibu rumah tangga, penulis, mahasiswa, tenaga pengajar, pegawai kantoran, wirausaha, dsb- mungkin sekedar cerita singkat dari saya ini bisa menginspirasi kalian semua. Yuk, mantapkan niat kita lagi, pasang tujuan hidup terhebat kalian dan percaya, that you’re walking on your track now dan bald erreichen wir unser Ziel 🙂 

Mainz, den 1.August 2016

xoxo, EP

 

Nb: Eits, ada tambahan oleh-oleh nih buat kalian 🙂

 

 

IMG-20160726-WA0007-1
Doakan kami langgeng ya, aaahahaaaiii

 

IMG-20160728-WA0002
kita mau dinner dulu :D. Jangan pada iri ya =B

 

 

 

 

 

Advertisements

9 thoughts on “are you already walking on your track?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s