Saya adalah tipe orang yang kalau lagi senang sama sesuatu, lebay-nya bakal naudzubillah. Seperti belakangan ini, karena Game of Thrones season 6 sudah tamat di episode 10, saya kelabakan mencari tontonan lain. Akhirnya ublek-ublek sana sini, rekomendasi saya terima dari sana-sini, akhirnya saya menemukan sebuah serial TV yang klik. Ia adalah Sense8.

Satu kata yang bisa menjelaskan serial ini: Supernova. Yap! Supernova karangan Dee. Konsepnya mirip. Bahkan sempat terlintas di pikiran saya kalau Wachowski Bersaudara bikin serial ini terinspirasi dari novel penulis Indonesia mantannya Marcell tersebut.

Salah satu episode di serial tersebut ada perayaan 4 July. Kalau di Indonesia 17 Agustus. Dalam scene si serial tersebut, digambarkan sebuah perayaan yang sangat menyenangkan. Seperti kita yang senang saat merayakan hari kemerdekaan. Ada berbagai macam parade dan tak lupa semburan warna-warni kembang api.

Ah, saya jadi ingat kalau sebentar lagi perayaan 17 Agustus akan berlangsung. Jaman saya masih kecil dan unyu dulu (meskipun sekarang saya tetap unyu), di akhir Bulan Juli begini kami sekampung sudah sibuk merancang sebuah pentas pertunjukkan. Sehabis maghrib, kami yang anak-anak ini biasanya akan ramai berkumpul di suatu tempat. Ada yang berlatih menari, menyanyi, rapat persiapan pementasan, dan banyak acara persiapan lainnya.

Tentunya kami senang sekali. Sebuah kesempatan melewatkan belajar yang menjemukan 😀 Para tetua kampung pun juga ikut sibuk. Biasanya blio-blio ini sibuk merancang penggalangan dana untuk acara 17 Agustus kelak. Betapa serunya saat-saat seperti itu.

Berjalannya waktu, kami yang dulu pernah melakoni kegiatan tersebut telah memiliki kesibukan masing-masing. Kesibukan tersebut sangat menyita, sehingga kami lupa mempersiapkan acara tujuh belasan di kampung. Walhasil, di kampung-kampung saat ini hanya ada acara tasyakuran saja, jarang yang mengadakan pentas seni meriah berisi tari-tarian, nyanyi-nyanyian, dan operet.

Ah, gimana saya ini? Cuma bisa kangen-kangen dengan pentas tersebut. Tapi, seenggaknya masih ada acara tasyakuran yang syahdu. Itu kan yang penting? Eh, iya kan?

[featured image]

Advertisements

2 thoughts on “Yang penting tasyakuran, eh iya nggak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s