Gegara suami mau bikin buku mengenai tokoh – tokoh bangsa yang menginspirasi, sebagai istri saya ikut kena getahnya…kebagian tugas cari referensi tokoh – tokoh mana yang pas untuk dimasukkan ke dalam bukunya. Saya yang penikmat komik dan novel ini mau gak mau harus berhadapan sama buku – buku sejarah yang tebelnya naudzubillah itu (tapi sebenernya lebih tebel bukunya Harry Potter sih…hehehe). Tapi seperti pepatah bilang…tak kenal maka tak sayang, setelah membaca kisah tokoh – tokoh tersebut…ternyata mereka punya kisah hidup yang terkadang lebih dramatis dari sinetron – sinetron alay jaman sekarang. Dan hebatnya…dari segala kesulitan hidup yang mereka alami…justru menjadikan mereka menjadi tokoh – tokoh besar yang terukir dalam sejarah bangsa Indonesia.

Salah satu yang menarik…yang baru saya ketahui juga, ternyata seorang HAMKA yang notabene seorang sastrawan yang agamis itu punya masa kecil yang kurang menyenangkan. Di usia 12 tahun…dia harus menghadapi kenyataan mengenai perceraian kedua orang tuanya. Sebagai anak sulung, dia harus ikut menguatkan adik –adiknya. Dia yang memilih tinggal dengan sang ayah karena ibunya telah menikah lagi harus dihadapkan pada cemooh masyarakat karena budaya pada masa itu menganggap tidaklah pantas seorang anak laki – laki hasil perceraian memilih tinggal dengan sang ayah. Tetapi…HAMKA tetaplah HAMKA…hal –hal yang menyakitkan itu malah membuatnya bersembunyi di antara buku – buku dan bercengkerama dengan ilmu hingga ia menjadi tokoh besar seperti yang kita kenal sekarang ini.

Ada lagi kisah hidup yang penuh perjuangan dari seorang Agus Salim. Tokoh hebat yang begitu mencintai ilmu ini adalah sosok yang amat menarik untuk disimak kisahnya. Selalu unggul di antara murid – murid ‘londo’ di sekolahnya tak membuatnya surut dalam mencari ilmu. Sempat ‘lepas’ dari islam karena pengaruh sekolah ‘londo’nya itu, membuatnya enggan memasukkan anak –anaknya ke sekolah. Dia dibantu istrinya mengajar anak – anaknya tentang Islam dan segala ilmu pengetahuan di rumah. Kepandaian dalam pengguasaan ilmu dan 9 bahasa asing tidak membuatnya serta merta menjadi sosok yang arogan. Dia tetap rendah hati dalam kedalaman ilmu dan memperjuangkan kemerdekaan dengan buah pikirnya yang bisa dinikmati hingga saat ini.

Tetapi dari sekian banyak kisah para founding father kita ini, ada benang merah yang bisa ditarik dari keragaman kisah hidup mereka, antara lain:

1. Gemar membaca dan menulis

Woman reading a book
Membaca [sumber]
Tokoh – tokoh besar bangsa ini adalah orang – orang yang amat gemar membaca berbagai sumber ilmu pengetahuan. Tidak hanya membaca, mereka juga gemar menyuarakan keresahan – keresahan mereka lewat tulisan. Sangking cintanya dengan buku, seorang Muhammad Hatta bahkan menjadikan buku karyanya yang berjudul “Alam Pikiran Yunani” sebagai mas kawin saat pernikahannya.

2. Tidak takut miskin

o-struggling-poor-person-facebook
Kantong kosong [sumber]
Kebanyakan dari tokoh – tokoh bangsa ini adalah keturunan bangsawan, pejabat tinggi, ataupun ulama terkemuka di jamannya, karena hanya golongan – golongan tertentu saja yang mempunyai keistimewaan untuk memperoleh pendidikan.  Tetapi…para ‘anak orang kaya’ ini rela mengorbankan harta, jiwa, dan raganya untuk Indonesia. Mereka tidak takut miskin karena pilihan hidupnya untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

3. Konsisten di jalan kebenaran

Be Consistent written on the road
Konsisten [sumber]
Dikarenakan teguh dengan pendirian mereka, banyak dari para tokoh besar bangsa ini yang harus dikucilkan, dicopot jabatan, atau bahkan dipenjara di pulau terpencil. Tetapi mereka tetap kokoh dalam keyakinan mereka. Walau terkadang bukan hanya dirinya, tetapi juga keluarganya menjadi korban atas pilihan hidupnya untuk mewakafkan diri di jalan kebenaran, tetapi mereka tetap istiqomah dalam perjuangannya.

4. Wonderful Wife

Ada pepatah mengatakan di balik lelaki hebat selalu ada wanita yang hebat pula. Begitu pula wanita – wanita yang mendampingi para tokoh – tokoh besar bangsa ini. Istri Agus Salim misalnya yang rela sepanjang hidupnya hidup dalam kemiskinan dan kekurangan, berpindah – pindah kontrakan dari satu tempat ke tempat lain. Atau istri HAMKA yang merelakan suaminya melepas jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil di departemen Agama karena tidak sejalan lagi  dengan pemerintahan pada waktu itu.

the-secret-to-a-happy-marriage

 

Ada pula kisah istri bung Hatta yang rela tidak membeli mesin jahit idamannya karena bung Hatta tidak memberitahu bahwa pemerintah mengeluarkan kebijakan pemotongan nilai uang (sanering) dari Rp. 100 menjadi Rp.1, sehingga tabungan istri bung Hatta yang telah dikumpulkan sekian lama untuk membeli mesin jahit itu menjadi tidak ada nilainya. Sungguh…wanita – wanita penuh kesabaran dan keikhlasan seperti inilah yang bisa menjadikan perjuangan tokoh – tokoh besar bangsa ini berbuah manis.

Semoga sedikit ulasan ini bisa membuka cakrawala pemikiran kita untuk lebih mengenal dan meneladani tokoh – tokoh bangsa di negeri ini. Semoga bisa menjadi penyemangat kita untuk terus berjuang demi Indonesia di jalan kita masing – masing dengan cara kita masing – masing. Hidup Indonesiaaaa!!!!

Advertisements

3 thoughts on “Meneladani Tokoh Bangsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s