Oh ya, belakangan ini sering terjadi aksi terorisme. Mulai dari pengeboman di Madinah, bom bunuh diri Baghdad, dan tragedi Nice, Prancis. Salah satu pihak yang dituding bertanggung jawab adalah ISIS.

Organisasi ekstrimis Islam ini sering digembar-gemborkan bertanggung jawab atas pengeboman yang terjadi belakangan ini. Salah satu yang (katanya) ISIS juga bertanggung jawab adalah tragedi Nice. Masih ingat to dengan tragedi pelindasan manusia saat Bastille Day yang merenggut 80 korban jiwa? Sadis!

Entah kenapa tragedi tersebut menarik perhatian saya. Sebabnya adalah pernyataan Presiden Hollande yang ujug-ujug menyatakan bahwa Prancis sedang berada di bawah ancaman teroris Islam dan memperkuat serangan udara terhadap negara-negara Islam, seperti Syria. Padahal saat itu, banyak diberitakan bahwa belum pasti tragedi Nice itu aksi kelompok teroris pimpinan Al Baghdadi ini.

Lalu saya ngowoh tak berdaya. Lho kok? Apa hubungannya? Apa gara-gara peristiwa November silam? Apa cuma gegara pelakunya berkewarganegaraan Tunisia? What? Nonsense! Apalah mau dikata, saya cuma bisa curhat lewat tulisan yang puasti Pak Hollande nggak ngerti.

Diam-diam kamu ‘like’ ISIS

Sejatinya kalau boleh saya sarankan, untuk kasus tragedi Nice, Bapak jangan buru-buru. Belum tentu itu ulah ISIS. Kenapa? Di tengah dunia yang penuh aktualisasi diri ini, tentunya ISIS tak mau ketinggalan dong. Lha kok bisa? Piye jal?

Ya melalui berita-berita tentang ISIS itu. Ditambah kecaman-kecaman yang Pak Hollande dan sampeyan-sampeyan sering lakukan. Dengan begitu semakin terlihat kebengisan mereka, maka semakin jumawalah mereka beraksi. Ibarat kata nih, kayak kamu habis swafoto di Instagram dan mendulang banyak like, pasti seneng kan? Dan bakalan rajin-rajin update selfie lagi. Ah, betapa secara tak sadar kita menyumbang like ke ‘akunnya’ ISIS.

Nah, seperti itulah cara ISIS menumbuhkan label bengis. Karena itu, sebisa mungkin setiap ada pengeboman atau aksi terorisme jangan terburu-buru gembar-gembor bahwa itu perbuatan ISIS. Stay calm dan jangan mudah menghakimi. Niscaya pelan-pelan kita akan abai dengan aktualisasi diri yang dilakukan ISIS. Tapi tetap ikuti petuah Bang Napi, ‘Wapadalah… waspadalah… waspadalah!’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s