Terkadang aku mencoba meraih-Mu

dalam sisa tangis tadi malam

Terkadang aku terengah-engah mengejar-Mu

di atas kerikil tajam, berpayung nyengat sang mentari

Terkadang aku mengayuh untuk ingin bersama-Mu

pada asa yang kian mati tanpa rasa

Wahai Tuan..

Mampukah aku berpulang

ke kampung halaman?

sedang tubuh telah remuk

   dan jiwa terbaring lelah berpeluh dosa

Advertisements

4 thoughts on “Aku

      1. lek dulu aku pernah mendengar ceramah, kata ustadz e justru jangan ada keyakinan kalo ibadah kita pasti diterima. Berusahalah untuk selalu menyempurnakan ibadah sesuai syariatnya.. urusan ditrima/tidak itu jadi hak Yang Maha Esa. Yang penting ibadah lillahi ta’ala… hehehe… semoga seseorang tersebut semakin hilang keraguannya…

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s